Thursday, 16 January 2014

Waduk Tandon, Pelarian dari Waduk Gajah Mungkur

Minggu pagi menjadi hari favorit bagi warga Wonogiri untuk mengunjungi Bendungan Serbaguna Wonogiri atau yang lebih dikenal dengan Waduk Gajah Mungkur. Pengunjung yang membawa mobil dan sepeda motor diharuskan memarkir kendaraannya di tempat yang disediakan dengan jarak yang cukup jauh dari waduk. Di atas waduk, banyak orang yang bersepeda santai, lari pagi, atau sekedar berjalan santai dan bercengkerama dengan keluarga. Jika mereka lapar, beberapa stand makanan telah siap menyajikan macam-macam makanan dengan harga yang cukup terjangkau. Selain itu, stand-stand lain dengan barang dagangan yang beragam juga melengkapi keramaian di sekitar waduk.

Waduk Gajah Mungkur dilihat dari atas (Sumber)

Friday, 20 December 2013

Koreksi (Muhasabah)

Bismillah..

Beberapa hari ini saya merasa ada yang salah pada diri saya dan juga lingkungan sekitar saya. Pasalnya ada beberapa hal yang seharusnya dikatakan salah, tapi karena banyak orang yang membenarkan jadi orang-orang cuma bisa memaklumi.

Source
Koreksi (muhasabah) yang saya maksud ini menyangkut tiga hal, yaitu tentang Jomblo, Hijab, sama Jejaring Sosial.

Thursday, 19 December 2013

Bahagia itu Sederhana

Bismillah..

Alhamdulillah masih diberi kesempatan lagi untuk nulis setelah lumayan lama nggak nulis di blog ini. Sebagai warming up, saya mau curhat aja tentang pengalaman beberapa hari yang lalu ketika saya pergi ke Klaten.

Jadi Jumat dua minggu yang lalu saya dan enam orang teman saya, Mentari, Hana, Faizal, Fachrul, Nofa, dan Kiki hendak pergi ke Klaten untuk membeli beras mencari data statistika tentang ekonomi primer di kota tersebut. Sebenarnya saya agak aras-arasen juga waktu itu, tapi karena udah disetujuin bahwa objek penelitiannya di Klaten jadi ya udah, manut aja. Hehe

Setelah kuliah, sekitar jam setengah sebelas kami berangkat. Empat motor yang kami kendarai berjalan beriringan dengan Faizal, yang memang orang Klaten, memimpin di depan sebagai penunjuk jalan.

Setelah berjalan lebih dari setengah jam, tiba-tiba motor Mentari berhenti. Ternyata rantai motornya lepas. Kami pun terpaksa meninggalkannya di bengkel bersama Hana karena kami harus segera sampai sebelum kantor BPS tutup. Yah, ibarat di film drama, adegannya udah mirip sama pemain yang bilang "Tinggalkan kami... Kamu harus meneruskan perjuangan kami... Berjuanglah!". Lalu, kami pun meninggalkan mereka sambil menitikkan air mata melambaikan tangan.

Sunday, 1 December 2013

Kuliah Ambil Apa? Ambil Hikmahnya Dong!

Sudah sekitar 1,5 tahun saya menjalani hidup sebagai mahasiswa. Dan saya rasa saya, jujur saya tidak tambah pintar dalam bidang ini. Rasanya malah saya bisa dibilang paling bodoh untuk urusan ini. Jika ditanya tentang teori-teori saya masih harus membuka catatan atau pun internet karena saya memang jarang mencatat. Kebetulan memang teknologi semakin canggih, saya lebih sering meminta materi presentasi dosen dan setelah itu menunggu hingga ada pengumuman ujian, baru saya baca. Itulah mengapa saya merasa tidak menjadi pandai ketika kuliah ini, saya tidak bisa menghapal semua itu.

Saturday, 16 November 2013

Kampung Mutihan (3 November 2013)

Minggu pagi, sekitar pukul 08.30 WIB, kami kembali menelusuri Kampung Mutihan. Merasa kurang menyerap apa yang ada di kampung ini, membuat kami ingin kembali ke sana. Di kunjungan kali ini kami memilih untuk berjalan kaki sehingga menitipkan kendaraan kami di rumah Very.

Kampung Mutihan ternyata cukup luas. Hal ini kami rasakan saat berjalan mengelilingi kampung tersebut. Kampung ini dibatasi oleh Kampung Premulung, Kampung Pajang, Kampung Jatirejo, dan sebuah sungai di selatan. Entah apa nama sungai ini karena saat ditanyakan kepada warga, mereka juga tidak tahu menahu.

Sungai di selatan Kampung Mutihan

Thursday, 14 November 2013

Ketemu Raditya Dika, It's Something

Hari Selasa kemarin kebetulan saya dapat tiket talkshow gratis dari temen. Sebenernya sih itu yang ngasih dosen, tapi karena temen saya mendadak nggak bisa dateng, saya pun dengan tangan terbuka menerima tiket tersebut.

Sebenernya saya biasa aja sama orang yang mau ngisi talkshow tersebut. Dia adalah Raditya Dika. Ya siapa sih yang nggak kenal dengan penulis yang punya follower bejibun ini? Saya juga misal nggak gratis males juga ikut acara ini. Bukan apa-apa sih, tiketnya mahal. Hehe

Nah, kebetulan juga di hari itu ada hal spesial lain. Hari itu adalah hari pertama saya jadi tentor. Alias jadi guru les. Saya terima tawaran tersebut selain karena emang butuh duit juga karena pengen nambah pengalaman aja. Soalnya sehari-hari kalo nggak kuliah saya cuma ngebo di kamar kost. Hhe. Selain itu karena ingat nasehatnya Imam Syafi'i:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...