Sunday 1 December 2013

Kuliah Ambil Apa? Ambil Hikmahnya Dong!

Sudah sekitar 1,5 tahun saya menjalani hidup sebagai mahasiswa. Dan saya rasa saya, jujur saya tidak tambah pintar dalam bidang ini. Rasanya malah saya bisa dibilang paling bodoh untuk urusan ini. Jika ditanya tentang teori-teori saya masih harus membuka catatan atau pun internet karena saya memang jarang mencatat. Kebetulan memang teknologi semakin canggih, saya lebih sering meminta materi presentasi dosen dan setelah itu menunggu hingga ada pengumuman ujian, baru saya baca. Itulah mengapa saya merasa tidak menjadi pandai ketika kuliah ini, saya tidak bisa menghapal semua itu.


Tapi ada hikmahnya juga saya kuliah, saya memang tidak menjadi pintar seperti orang kebanyakan dengan IP tinggi mereka. Hikmahnya yaitu saya jadi menyadari banyak hal. Salah satunya adalah bahwa dunia ini semakin banyak orang-orang gila. Dan kebanyakan kegilaan itu mereka dapat karena ambisi mereka terhadap harta, uang. Contohnya, pertama-tama orang mengusung tentang industrialisasi, mereka bahagia dengan adanya produk-produk yang semakin canggih. Mobil, televisi, telepon, apapun yang menyangkut teknologi mereka anggap sebuah keajaiban yang membawa berkah. Namun lambat laun mereka mulai resah, mereka mulai mengeksploitasi alam, mencari bahan bakar dan sebagainya untuk mobil mereka. Mereka membuat aturan-aturan yang mereka anggap baik, tanpa melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Lalu setelah itu muncul sebuah ide, sustainable development. Sebuah pemikiran tentang upaya melestarikan lingkungan dsb. Biaya yang diadakan untuk salah satu pertemuan yang membahas hal itu saja sudah memakan dana yang besar (APEC 2013 misalnya), kenapa tidak langsung saja digunakan untuk penghijauan atau kegiatan apa saja yang bermanfaat? *CMIIW

Ada hal lagi yang lebih sederhana, ini tentang mata kuliah Sosiologi Perkotaan. Dari kuliah itu saya menyadari bahwa sekarang ini masyarakat sudah terhipnotis dengan televisi. Iklan shampoo, rokok, permen, sikat gigi, dsb apakah testimoni yang biasa mereka sisipkan itu sudah pasti terbukti? Buktinya saja saya yang membeli pasta gigi terbaik (menurut salah satu iklan) gigi saya nggak bisa bersinar kaya di iklan tersebut -_-

Lalu ada lagi, iklan rokok misalnya. Sering sekali mereka memperlihatkan orang yang merokok itu jantan, eksekutif muda, petualang sejati, dsb. Yaelah, rokok itu faktanya ya cuma satu, bikin penyakit!

Di Youtube saya pernah lihat kalau di Amerika, dulu emang rokok itu banyak yang mengkonsumsi, udah sebanding kaya miras dsb. Tapi kemudian setelah dokter-dokter mereka mengabarkan tentang banyaknya bahaya merokok, pemerintah mulai turun tangan. Harga rokok di sana jadi mahal. Orang jadi malas beli rokok. Harusnya hal itu dilakukan di negara ini juga. Tapi mungkin pemerintah takut, karena pabrik rokok sudah mengambil peran besar di negara ini. Beasiswa saja banyak juga yang ditawarkan oleh pabrik-pabrik rokok terkenal.

Yah seperti itulah hikmah yang saya dapat dari kuliah saya. Kebanyakan hal-hal yang kontradiksi atau omong kosong, seperti seakan-akan ingin melakukan perbaikan tapi malah sebaliknya. *Tapi saya tahu, ada juga orang-orang yang melakukan dengan cara yang benar.

Dan semua ini pada dasarnya tergantung dari siapa yang memimpin. Sebuah negara yang maju pastinya juga dipimpin oleh pemimpin yang cakap, dan saya belum melihat itu terjadi di negara ini. Pemimpin yang tidak menggunakan kekuasaannya dengan baik bisa diazab, begitu kata dosen saya.

Yeah, this is the end of the post. Kalau ada yang menanggapi silahkan tulis di comment box. Muuciw

Oiya, ini video yang saya maksud...
                                            

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...