Friday 24 June 2011

Berkorbanlah untuk Sesama

Bismillah..
Mungkin tulisan saya ini sedikit berbau curcol, tapi insyaAllah ada hikmah di dalamnya. Karena itu izinkanlah saya membaginya kepada kalian :)
Kisah ini bermula kira-kira tiga bulan yang lalu. Waktu itu organisasi yang saya ikuti lagi mau mengadakan atau lebih tepatnya melaksanakan proker. Sebenarnya udah harus berbulan-bulan sebelumnya proker itu dikerjain, tapi karena banyaknya tugas-tugas sekolah jadi terundur. Nah, pas rapat buat nentuin panitia acara, saya dengan pedenya mengajukan diri sebagai secretary dengan alasan saya belum pernah menduduki jabatan ini untuk acara seperti ini. Teman-teman sih setuju-setuju aja dan saya pun dengan semangatnya segera mencari soft file proposal tahun sebelumnya untuk memulai niat baik saya itu. Pertama tama, saya menghubungi kakak kelas dan mencari tahu siapa yang bawa soft file itu. Setelah tau, saya segera menemuinya untuk meminjam flashdisk agar bisa saya copy ke lepi saya. Awalnya saya mbatin “wah pnak ikki, tinggal ngopy. Paling cm diganti dikit-dikit ^_^”
Terus setelah selesai ngedit yang perlu diedit, saya segera mengeprintnya di tempat bulik saya #nebeng #tipshemat hho. Paginya, dengan langkah pasti, sehabis istirahat, saya serahkan proposal itu sama KPnya buat minta tanda tangan. Karena bel sudah berbunyi, akhirnya saya tinggalkan seonggok proposal itu dan berniat untuk mengambilnya saat jam istirahat kedua.
Teet.. teet.. bel istirahat berbunyi. Saya pun segera lari ke kelas sang KP untuk mengetahui nasib dari proposal itu. Ternyata oh ternyata, banyak sekali yang disilangi. Itu artinya saya harus ngedit dan ngeprint lagi T_T
Besoknya dengan berat hati saya mulai mengedit lembaran-lembaran “penting” itu lagi. Dan lagi-lagi salah, ini terjadi sampai tiga atau ampat kali #kalogaksalah. Ampe saya ngeditnya sambil nangis darah *oke, ini mulai lebai -_- #copasgayanyaalitt
Dan akhirnya, pada tanggal 15 April lembaran-lembaran itu bisa ditandatangani secara lengkap oleh orang-orang yang terkait. Jeng jeng :D
Tapi ini belum selesai lhoh, masih ada undangan yang harus diketik. Undangan ini berperan penting juga. Coz tanpa peran dari orang-orang yang diundang, proker ini gak bisa jalan. Untungnya untuk ngebuat undangan ini gak terlalu sulit, tapi ya tetep bola bali ngeprint ding. Hehe
Setelah sepasang surat penting itu jadi, saya dan teman-teman segera memfotocopynya agar tidak menghabiskan tinta printer -_-
Setelah difotocopy, masukan surat ke dalam amplop lalu jangan lupa dicap di TU *ini kata Pak Andi. Finally, surat tinggal dianter dan kita tinggal nunggu ACCnya.
Nah, karena asyiknya ngerjain tugas ini, saya jadi lupa sama tugas saya sebenarnya, yaitu sekolah. Dan bisa ditebak, nilai saya menurun drastic. Sempet stress sih, tapi untungnya banyak teman saya yang mensupport *mkch tman-teman, luph u all J. Saya pun perlahan-lahan mulai bersemangat hidup lagi. Saya pun sadar, untuk membantu orang lain ternyata memang perlu mengorbankan diri sendiri. Jadi inget kata-kata bijak yang bunyinya gini “bahagiakan dirimu dengan membahagiakan orang lain” J
Lalu saya berniat untuk menyelesaikan tugas ini walaupun sempet #nyesek, pernah juga ngerasa kaya kerja sendiri, tp mungkin itu emang cuma perasaan saya aja :O #lepasjiwa
Beberapa hari kemudian, sang penerima undangan pun mulai merespon, tapi ada juga yang gak merespon. Semuanya kami terima dengan lapang dada. Dan alhamdulillah, banyak juga yang terkumpul, gak sia-sia usaha kami ;’)
Puncaknya hari jumat kemarin, apa yang kami terima dari para penerima undangan kami berikan kepada yang berhak diberi *coz ini prokernya temanya sejenis baksos gitu lah

Satu persatu para penerima mulai datang dan akhirnya tinggal satu yang gak datang, setelah diklarifikasi, ternyata dianya lagi melaksanakan amanat dari PMR, hho. Jadi bagiannya dia saya bawa dulu. Tapi jujur, rasa capek, emosi, keluh kesah yang dulu pernah saya rasakan langsung hilang setelah melihat wajah mereka yang senang menerima bantuan ini. Semua itu telah terbayar lunas pada hari jumat kemarin. Ternyata pengorbanan saya dan teman-teman gak sia-sia.
NB:

  • Setelah merasakan pengalaman itu, saya jadi mikir ternyata duit itu penting. Coz untuk menyelesaikan semua itu butuh duit yang lumayan juga sih. Karena itu saya beralih cita-cita jadi pengusaha biar banyak duit *hhe, tapi tujuannya tetep untuk membantu orang lain lhu ;)
  • Sempet sebel ama yang namanya formalitas, bikin ribet aja. Yang kudu tanggalnya gini lah, tanda tangannya diurutin lah, bla bla bla. Tapi yo wes lah, di negeri yang kaya gini kepercayaan emang minim mungkin. Jadi harus ada bukti hitam di atas putih *kira-kira jaman Nabi dulu gitu gak ya :?
-->·         Intinya, setiap tindakan itu pasti ada resikonya. Entah itu baik atau buruk. Kalo tujuan kita baik, resiko yang buruk itu *contohnya nilai saya yang turun tadi* insyaAllah akan diganti sesuatu yang lebih baik #khusnudzonsamaAllahJ #menghiburdirisendiri -_-  

Nah, sekian curcol saya *ups, maksudnya cerita pengalaman saya dalam menjalankan sebuah amanah *cie cie.. insyaAllah saya dan teman-teman akan tetap ikhlas menjalankan amanah ini sampai masa jabatan habis nanti. Amin *tapi untuk berjalan di jalan dakwah insyaAllah seumur hidup ^^

Di depan laptop, 24 Juni 2011
*AKHIRNYA SAYA BISA NULIS \(‘0’)/

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...