Thursday, 11 April 2013

When I Fall

Hari ini saya terjebak lagi dalam keadaan yang menyebalkan. Apa itu? Ujian kompetensi -_-

Huft.. Sebenernya udah belajar sih. Tapi tetep aja ada yang kelewat waktu dipelajari. Walaupun cuma satu soal yang nggak bisa (padahal soalnya cuma 4) tetep aja rasa kecewa, takut, sedih mengganggu pikiran saya. Gimana kalau nanti nilainya jelek? Gimana kalau nanti dapet peringkat terakhir? Gimana kalau nanti lulus nilainya mepet? Pikiran-pikiran kaya gitu sering banget muncul kalau saya lagi dalam keadaan kaya gini. Dan akhirnya setelah ujian itu saya memutuskan untuk pulang ke rumah untuk mencari udara segar biar efek stress ini hilang.

Di perjalanan pulang saya merasa bahwa Allah menghendaki kepulangan saya, karena tadi waktu pulang nggak hujan, padahal biasanya hujan. Hehe
Aroma sawah dan pemandangan daun-daun padi yang menguning menciptakan rasa damai dalam perjalanan. Jalan juga nggak begitu ramai, jadi bisa dibilang perjalanan tadi cukup lancar.


Setelah satu jam akhirnya saya sampai di rumah. Ibu yang memang hari ini nggak saya kabari bahwa saya mau pulang, menyambut saya sambil bertanya-tanya. "Apa besok nggak ada kuliah?" Saya hanya bisa menjawab "Ada, bu" dan ibu yang akhirnya tahu bahwa saya sedang kangen rumah, tidak bertanya apa-apa lagi. Lalu saya menuju kamar untuk merebahkan badan yang pegal akibat mengendarai motor tanpa istirahat sebentar pun di jalan.

Kemudian tiba-tiba percakapan itu terjadi, saya cerita tentang jadwal kuliah yang mulai padat di semester ini. Dengan nada terbebani tentunya. Dan ibu dengan penuh pengertian mulai menceritakan kisahnya. Dulu ibu juga kuliah. Jadwalnya juga padat, malah bisa dibilang lebih padat dari saya. Kata ibu, ada jadwal malam hari juga. Untungnya tempat kuliah ibu masih di daerah yang sama dengan tempat tinggal beliau, jadi kalau pulang tidak terlalu jauh. Tapi ibu juga kadang pulang ke tempat nenek yang jaraknya lebih dekat dari kampus. Baru pulang ke rumah ketika pagi harinya.

Ternyata ibu kuliah empat tahun juga. Padahal kampus ibu adalah kampus untuk D3. Di tahun terakhir kuliah, kampus ibu mengadakan sebuah ujian yang dulunya disebut ujian negara. Namun, sayangnya ibu dan beberapa teman beliau nggak lulus dan hanya mendapat sertifikat lokal. Orang-orang di sekitar ibu menyarankan untuk ikut ujian lagi di tahun depan. Tapi ibu memilih untuk mencari pekerjaan. Alhamdulillah ibu mendapat pekerjaan dengan ijasah SMA beliau, dan sampai sekarang beliau menjadi single parent pun, beliau tetap bisa menghidupi ketiga anaknya.

Inilah yang membuat saya terkesan dengan cerita ibu. Empat tahun yang mungkin bisa kebanyakan orang dibilang sia-sia, namun akhirnya tetap ada jalan lain yang mengantarkan ibu pada pekerjaan. Dan ini seperti menjawab ketakutan-ketakutan saya selama kuliah ini. Selama ini saya belajar agar mendapat nilai yang bagus dan bisa mendapat pekerjaan yang mapan. Dan mungkin mindset seperti itu juga ada pada diri mahasiswa lainnya. Lalu bagaimana jika akhirnya saya benar-benar gagal dengan apa yang saya usahakan saat ini? Apakah saya harus frustasi dan murung di kamar berhari-hari? Dari cerita ibu saya sadar bahwa apapun yang terjadi, hal buruk sekalipun, Allah tetap memberikan jalan keluar dan kemudahan. Jika nanti saya mendapat nilai terendah pun, saya yakin Allah sudah memberi rejeki lain. Asal ada usaha pasti ada jalan :)

Terima kasih untuk kisah yang luar biasa ini, bu. Meski bagi orang lain biasa aja, tapi bagi saya kisah ini benar-benar menginspirasi. Saat ini saya hanya bisa berusaha saja, hasilnya saya serahkan sama yang di atas...

Mungkin cukup segini cerita yang bisa saya share. Semoga saja bermanfaat untuk yang baca.. Maaf kalau ada kata-kata yang salah. Hehe :)

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa) : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami ; ampunilah kami ; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (al-Baqarah 286)

Wednesday, 10 April 2013

Coretan Petang

Astaghfirullahal adzim.. Udah sebulan blog ini nggak update -___-
Maafkan saya T.T
Setelah liburan habis dan kembali ke kehidupan kampus, kesibukan mulai menggerogoti tubuh saya. Tugas yang seabrek datang keroyokan, mana harus pake survey lapangan segala yang bikin tambah capek. Huft
Sampe-sampe saya yang biasanya dua-tiga hari balik ke kampung halaman sekarang jadi krasan tinggal di kost gara-gara udah capek banget rasanya buat balik. Jadinya ibu lebih lama sendirian di rumah :(

Tugas-tugas di semester ini bener-bener lebih berat dari yang semester kemarin. Nggak tau apa karena habis ngrasain libur jadi berasanya kaya gini. Saya jadi sering pulang malem karena ternyata nggak bisa diselesein dalam waktu sekejap mata *halah
Padahal saya dulu waktu masih SMP penasaran banget sama apa yang dilakuin orang di luar sana saat malam. Tapi sekarang rasanya biasa aja, malah jadi sebel. Soalnya ya tahu sendiri kebanyakan yang ada saat malam hari itu mahasiswa pada pacaran. Dan itu geli! -___-

Hal lain yang bikin saya sebel gara-gara banyak tugas ini adalah saya nggak bisa nerusin novel saya buat ikut lomba. Deadlinenya nggak keburu dan otak saya udah stuck. Padahal udah 20an lembar. Sayang banget :(

Tapi nggak apa-apa sih, penulis lain aja ada yang sampe bertahun-tahun baru bisa jadi buku. Sedangkan saya baru dua bulan. Nantinya mungkin bisa diperbaiki lagi :)

Eh selain curhat saya mau cerita nih... Hehe
Jadi gini, kapan itu saya habis nonton The Hobbit. Filmnya keren abis! Awalnya sih emang agak membosankan soalnya settingnya masih di rumahnya si Bilbo. Terus waktu si Bilbo mau diajak sama kurcacinya, filmnya mulai seru. Apalagi ada Gandalf yang selalu ngasih advice saat mereka bingung akan bertindak bagaimana. Terus waktu ketemu Orc, Goblin, sama Gollum si Hobbitnya tetep maju tak gentar. Pokoknya keren banget lah! Saya acungin empat jempol buat J. R. Tolkins yang udah bikin cerita sekeren ini. Dari mana coba dia dapat ide kaya gini?! Padahal dia itu hidup di zaman belum ada yang namanya internet! Maksud saya, itu bener-bener datang dari imajinasi dia sendiri. Bukan hasil plagiat kaya orang kebanyakan di zaman sekarang ini *kenapa jadi nyambung ke sini ya??
Ya pokoknya gitu lah... Hehe.
Ide dan pemikiran itulah yang bikin manusia itu tetep hidup walaupun jasadnya udah nggak ada (ini saya dapet dari film V for Vendetta yang baru aja saya tonton, hehe). Jadi ya, manusia itu harus mau berpikir kalau mau dianggap keberadaannya. Kalau di filsafat ada tuh ungkapan terkenal: "Cogito ergo sum" yang artinya "Saya berpikir maka saya ada". Nah, pemikiran ini juga harus sesuai dengan aturan biar nggak dianggap psiko.

Emm.. mungkin itu dulu yang saya tulis ya. Maaf kalo isinya random. Karena otak saya lagi berantakan menghadapi semester ini. Kamar saya juga jadi ikut berantakan ini. Hehe

Oiya buat yang belum nonton dua film yang saya sebut di atas lebih baik buruan nonton deh! Dijamin nggak bakalan nyesel :D

Saturday, 2 March 2013

Are you Really Wanna Die?

Tanaman itu adalah tanaman yang sangat terlihat dari tanaman lain. Tumbuh di antara semak-semak belukar di samping bangunan yang megah tapi sudah kuno. Dan aku melihat tanaman itu tampak layu. Daunnya yang kuning tergolek lemas seakan tidak ada semangat lagi untuk hidup. Sebagian batangnya juga terlihat kering.
Mungkin perasaanku sekarang sama seperti tanaman ini. Layu dan hampir mati. Kemarin aku melakukan kesalahan lagi. Entah sudah berapa kali aku sering melakukan hal bodoh ini. Aku lupa mematikan air kran. Padahal aku tahu itu adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, selalu saja sifat lupa itu singgah dalam diriku. Akibatnya, ibu memarahiku lagi. Tapi yang membuatku sedih ibu tidak memarahiku dengan membentak melainkan dengan menangis. Oh, aku paling tidak bisa melihat tangisan ibu. Bodohnya aku ini. Rasanya ingin mati saja.
Ah oh, tapi bukankah sudah lama aku memikirkan tentang kematian ini? Sejak ayahku tidak ada, kata-kata "Ah, lebih baik mati saja" sudah tak terhitung berapa kali aku ucapkan. Teman sebangkuku sampai jenuh mendengarnya. Ya, aku mengatakan kata-kata itu tidak hanya pada diriku sendiri. Dulu ketika aku masih berumur sebelas tahun, kira-kira enam tahun yang lalu, aku sering dibuat jengkel dengan hal-hal yang tidak penting di sekolah. Dan, kata-kata itu selalu muncul di akhir kekesalanku.
Tapi sampai hari ini aku masih hidup. Aku rasa Tuhan belum cukup yakin dengan keinginanku itu. Atau mungkin sebenarnya aku sudah mati? Dan orang-orang di sekitarku sekarang ini adalah orang-orang mati? Tetapi mengapa jantungku masih berdetak? Ah, persetan dengan pikiran ini. Aku tahu aku memang masih hidup.
Sekarang apa yang harus kulakukan? Mengamati tanaman ini sampai benar-benar mati? Emm, kedengarannya seru. Tapi tidak bisa, aku tidak punya banyak waktu untuk melakukannya. Uncle Syn akan datang dan mengajakku jalan-jalan. Aku tidak akan menyiakan kesempatan ini. Mungkin dengan pergi bersamanya akan membuatku sedikit menghilangkan rasa bersalahku.
"Evellyn, pamanmu sudah datang. Kau jadi pergi dengannya tidak?".
Suara ibu mengagetkanku. Sepertinya ia sudah melupakan kejadian kemarin. Aku memang belum minta maaf. Bagiku kata maaf hanya omong kosong. Aku takkan pernah tahu jika besok aku akan melakukannya lagi. Karena itu aku lebih memilih untuk merenungi kesalahanku di belakang rumah ini dan berharap aku besok tidak akan mengulanginya lagi.
"Ya, bu. Aku segera datang."
Aku masuk dan mengambil ransel yang sudah aku siapkan. Mencium tangan ibu dan mencubit pipi Jenny kecil yang menggemaskan. Lalu menghampiri Uncle Syn.
"Jannet, aku pinjam anakmu dulu. Kami akan pulang sebelum sore hari."
"Ya, hati-hatilah. Oh! Jangan masukkan kertas itu ke mulutmu, Jenny!"

Bersambung...

Tuesday, 26 February 2013

Tentang sebuah Kamar

Malam ini, aku terjebak lagi di ruangan ini. Sebuah ruangan yang besarnya mungkin tidak lebih besar dari kamarku di rumah. Ruangan ini adalah kamar kosku. Sudah sekitar enam bulan aku menyewa kamar ini meski aku sebenarnya sudah membayar setahun penuh. Namun mau apalagi, itu sudah aturan dari ibu pemilik kamar ini. Tapi dua bulan ke belakang, kamar ini tidak aku huni. Libur panjang yang membuatku dengan senang hati meninggalkan kamar ini untuk sementara. Dan kini, liburan yang menyenangkan itu harus berakhir. Memang, saat liburan aku hanya berada di rumah dan sesekali pergi bersama ibu. Dan aku merasa itu sudah lebih dari cukup. Tidak seperti para pejabat yang harus pergi ke luar negeri dengan alasan untuk studi banding, liburan dimanapun asal bersama ibu membuatku merasa sangat senang. Mengapa? Karena kau tak kan tahu sampai kapan kau akan bisa bersamanya. Meski jauh di lubuk hatimu kau ingin selalu bersamanya. Jadi, aku rasa memanfaatkan waktu libur untuk berdua dengan ibu adalah hal yang baik. Baiklah, akan aku lanjutkan agar tulisan ini tidak membuatku terlhat semakin cengeng.

Dan alasanku saat ini berada di kamar ini juga karena ibuku, dan tentunya juga karena kehendak Tuhanku. Di sini aku harus berusaha sebaik mungkin menuntut ilmu untuk membahagiakan ibu. Dan di sini pula aku harus berusaha hidup sendiri dengan penuh keterbatasan, well jika dibandingkan dengan saat berada di rumah. Dan kadang aku berpikir bahwa mungkin seorang manusia memang harus merasakan saat-saat seperti ini untuk memunculkan potensinya. Buktinya, di sini aku merasa lebih bisa mengatur waktu dan lebih mandiri. Lalu aku berpikir tentang orang-orang yang bisa berkarya walau hanya berada di tempat yang disebut penjara sekalipun. Salah satunya adalah presiden pertama kita, Soekarno. Dalam sebuah buku disebutkan bahwa walau di dalam penjara, beliau tetap menulis. Meski raganya terkekang, imajinasi dan pikirannya tetap bisa melanglang buana menjelajahi dunia. Luar biasa. Namun, bukan hanya beliau yang mempunyai nasib seperti itu, orang-orang ini juga mempunyai cerita yang sama. Bagaimana jika dibandingkan dengan aku? Hmm, tentunya masih sangat jauh. Jika tidak ada sesuatu yang harus dikerjakan aku hanya tiduran di kamar.


Soekarno

Lalu ada kisah seorang pemuda yang saat ini kekayaannya diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Dia adalah Mark Zuckerberg. Pada tanggal 4 Februari 2004 dari sebuah kamar di asramanya, ia memulai kesuksesannya itu dengan meluncurkan situs jejaring sosial yang bernama Facebook. Ya, memang kamar itu bukan kamar biasa melainkan kamar di Universitas Harvard. Namun, aku rasa bukan karena kamar itu yang membuat sang penghuni bisa menggapai apa yang dimilikinya saat ini. Apa yang didapat Mark tentu karena impian dan usahanya yang sudah ia lakukan jauh sebelum itu.


Mark Zuckerberg

Ya, itulah mereka. Orang-orang yang masih bisa berpikir luas dalam ruangan yang tak seberapa luas. Orang-orang yang awalnya di dunia luar dicerca, namun dengan hasil yang lahir dari dalam ruangan terbatas itu, mereka menjadi dikenal dunia. Aku pun ingin seperti itu. Bukan tentang terkenal atau tidak, tapi tentang cara mereka menginspirasi orang lain. Dan di kamar ini, aku harap akan ada cerita baru yang bisa dimulai. Cerita yang nantinya bisa menginspirasi orang lain :)

Surakarta, 25 Februari 2013

There is Always a First Time

Sebenernya postingan ini udah mau saya tulis kemarin-kemarin, cuma karena udah nggak mood dan kemaleman, akhirnya saya tulis hari ini. Gapapa kali ya? :D

Eh sebelumnya saya mau kasih info dulu tentang tidur kemaleman itu tadi. Di antara kalian ada yang sering begadang gitu nggak? Pasti ada ya. Saya akhir-akhir ini juga sering. Padahal biasanya dulu jam 10 malem saya udah pelukan sama guling. Terus, kemarin saya baca SINI, ada berita kalo ternyata tidur terlalu malem itu nggak baik buat kesehatan. Saya sebenernya udah tahu, tapi karena saya belum ngerti maksud "nggak baik buat kesehatan" itu gimana, jadi saya masih sering nglakuin.



Nah, di situs itu tadi saya baru tahu bentuk bahayanya itu ternyata menyebabkan Cancer! Nggak, ini bukan nama zodiak melainkan nama penyakit. Penyakit ini menyerang hati dan gejalanya itu pokoknya nggak kelihatan gitu deh, jadi tau-tau langsung parah. Hii, serem kan?! Makanya waktu kemarin saya mau nulis malem-malem saya undur jadi hari ini, karena biasanya kalau udah blogging gitu saya suka sampai tengah malem :o



Udah itu aja sih infonya. Let's get started :D

Kalian sadar nggak sih kalau dalam kehidupan kita itu selalu ada saat pertama kali? Entah itu saat-saat pertama kalian bisa makan sendiri, naik sepeda sendiri, dan bisa mandi sendiri. Masih inget nggak? Mungkin kalau hal kaya gitu susah ngingetnya ya... Hehehe. Dan kali ini saya mau sharing saat-saat pertama yang menurut saya mengesankan dan nggak terlupakan :D

1. Saat pertama sekolah
Sekolah, taman kanak-kanak paling enak
Sekolah, taman kanak-kanak paling enak
Buat yang nggak tahu, tulisan di atas itu sebenernya lirik lagu. Saya dengernya waktu nonton Ceriwis yang nyanyiin Indra Bekti dengan gayanya yang random itu. Anehnya liriknya itu terus, sampai kiamat mungkin -_-
Lanjut... Jadi, dulu waktu awal masuk sekolah itu ya kaya anak-anak lain. Ada perasaan grogi, minder, takut kaya gitu walaupun hari pertama itu masih ditemeni ibu sampai pulang. But at least saya bisa menjalani hari pertama itu dengan sukses. Dan di hari kedua dan selanjutnya saya udah berani sekolah sendiri :)

2. Saat pertama naik sepeda
Dulu di kampung saya, anak-anak biasanya latihan naik sepeda di kompleks kantor DPU, karena di sana lokasinya pas banget buat latihan gitu. Mereka nggak sendirian, ada yang sama orang tuanya. Nah, saya dulu termasuk salah satunya. Karena belum bisa naik sepeda, saya minta diajarin sama bapak saya. Dan kalo nggak salah waktu itu masih kelas satu atau dua gitu, saya lupa. Hehe. Tapi nggak berapa lama saya langsung bisa meski pakai jatuh bangun dan lecet-lecet dulu. Rasanya senang bukan main. Terus akhirnya saya ke sekolah pakai sepeda :)

3. Saat pertama pakai jilbab
Maksudnya ini pakai jilbab waktu sekolah lho ya... Waktu SD saya emang belum pakai jilbab. Rambut sering saya gerai, akibatnya saya sering diejek kaya kuntil anak -_-
Lalu ketika SMP saya mencoba untuk mengubah rumor itu *eh. Tapi bukan karena itu thok ding, saya terinspirasi sama saudara saya yang pakai jilbab. Kayanya kalau dilihat itu anggun dan kulit nggak jadi item :p
Nah, waktu awal itu saya merasa kepanasan sih. Mungkin karena belum terbiasa aja. Pakainya juga belum bisa rapi. Tapi alhamdulillah lama-lama nyaman juga. Daripada kepanasan di neraka mending kepanasan di dunia :)


4. Pertama kali cari uang sendiri
Saya inget banget dulu pas SD saya sempet bisa dapet uang jajan sendiri. Yaah, walau cuma 100-200 rupiah sih. Apa yang saya lakukan? Saya nggambar. Iya, dulu itu saya suka banget nggambar dan temen-temen saya bilang gambar saya bagus. Lalu, mereka minta digambarin salah satu karakter di Kartun Pokemon. Kurang lebih kaya gini gambarnya

Maksudnya ini gambar yang saya gambar, bukan gambar yang hasil gambar saya.
Nah bingung kan --"
Karena saya nggak mau rugi, saya pun minta imbalan sama mereka. Dan nggak tahunya mereka mau :p
Bukan cuma itu pengalaman saya nggambarin orang dan dapet duit. Waktu kelas X SMA, sempet ada tugas menggambar peta. Nggambarnya itu di kertas kalkir. Kebetulan saya sekelompok sama temen yang enak diajak buat kerja sama, alhasil tugas itu bisa selesai tepat waktu. Tapi, di kelas saya ini ada temen yang males ngerjain. Saya pun mencoba memberi solusi dengan menggambarkan tugas milik dia, nggak gratis tentunya. Ya udah, akhirnya mereka mau. Dan ketika tugas itu selesai, saya pun dapat bayaran. Eh, tapi jangan dicontoh lho ya :p


5. Saat pertama pakai ATM
Ini saya skip ke pengalaman yang terjadi baru-baru ini aja ya. Biar nggak kebanyakan dan membosankan :D
Jadi kemarin itu saya baru dapat Kartu Mahasiswa. Dan fungsinya itu jadi satu sama kartu ATM. Karena baru pertama kali pegang kaya gituan (kartu ATM maksudnya :p) saya minta tolong temen saya buat ngarahin cara makenya. Waktu masuk ke mesinnya, saya nggak cepak-cepak, akibatnya ribet sendiri di dalam. Ketika udah selesai ternyata di luar udah banyak yang antri. Saya pun nggak enak dan langsung masukin barang-barang ke tas dan keluar. Dari temen saya itu, saya baru tahu kalau masuk ATM itu harus udah disiapin kartunya, jadi yang nunggu nggak kelamaan. Hehe

Mungkin itu saja sih pengalaman tentang saat pertama kali yang bisa saya bagikan. Intinya, saya cuma mau ngasih advice, kalau yang namanya hidup itu harus berani nyoba. Kalau kita nggak pernah mau untuk mencoba atau memulai sesuatu, hidup kita bakalan flat. Garing men! Dan di saat pertama kali itulah kita bisa tahu apa yang kurang dari usaha yang udah kita lakuin sehingga kita bisa berbenah diri untuk jadi lebih baik.

Alright, I think this is the end of the post. Maaf kalau postingan ini kurang bagus karena ini pertama kalinya saya buka aib saya sendiri *nggak ding -_-
Tetep semangat untuk memulai ya! :)

NB: Buat yang pengin share tentang pengalaman kaya di atas, bisa nulis di comment box :D

Thursday, 21 February 2013

SMS Motivasi

Kata-kata mutiara di bawah ini murni hasil copas dari inbox HP saya. Hal-hal mengenai kesamaan kata harap maklum, namanya juga copas :D
Semoga berguna untuk yang siapapun yang baca :)

“Istiqomahlah dan malaikat akan berkata dan mendoakan: janganlah bersedih dan janganlah kau takut karena allah swt. Telah menjanjikan syurga padamu.”
Istiqomahkan hati, pikiran, dan raga ini untuk tetap berjuang di jalannya. Semoga dapat melalui berbagai ujian dengan akhir berupa prestasi sebaik-baiknya. Dan dia yang paling pantas menilai dan bukan makhluknya…
-norma keisya avicenna-

“Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sungguh yang demikian itu  termasuk urusan yang patut diutamakan.” (qs. Ali imran: 3)

“Tidak ada karunia allah yang lebih baik bagi seseorang setelah ia masuk islam daripada karunia memiliki saudara yang shalih.”
Peganglah kuat saudara shalih kita. Dalam kondisi taat saudara akan mendorong untuk ketaatan yang lebih banyak lagi. Dalam kondisi lalai, saudarayang shalih akan mengingatkan dari kelalaian. Dalam kondisi hati tersayat dan terluka oleh dosa, saudara yang shalih akan membantu mengobati kita dan membuat kita bisa pulih kembali…

Jangan kalah oleh kesulitan, no excuse! Katanya orang-orang gagal mencari alasan untuk berhenti, orang sukses berhenti mencari-cari alasan. Semangat!

Kebenaran itu munculnya dianggap keanehan.. Yang memegangnya panas bak bara api, yang mengikutinya akan banyak rintangan, yang membenarkannya akan diuji, yang membelanya akan diminta mati.. tapi ingatlah kematian dalam kebenaran hakekatnya dalah kehidupan yang abadi.. sebab apa, fitrah bumi yang fana ini berbanding terbalik dengan langit yang abadi.. jadi berbahagialah bila menjadi insane langit..

Ukuran kebahagiaan terletak pada rasa syukur di atas nikmat yang diberikan-Nya. Jika seseorang itu berusaha cukup atas apa yang diberikan Allha Swt, maka Allah juga akan memberikan kecukupan. –Ust. Hanifullah Syukri

Ketika sedih maka tetap tersenyumlah. Bukan untuk menyembunyikan luka, tapi untuk mensyukuri bahagia yang tersisa.

“Doa kalian pasti akan dikabulkan, selama ia tidak terburu-buru, yaitu dengan berkata: Aku telah berdoa akan tetapi tidak kunjung dikabulkan. (Muttafaqun ‘Alaih)

Dari Mughirah RA, ia berkata: Aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya berdusta atas namaku itu tidak sebagaimana berdusta atas nama selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah ia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. (QS. 33: 69)

“Dan hendaknya ada di antara kalian segolongan umat yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)

“Senyuman adalah magnet kuat untuk meraih rasa cinta. Sedangkan perbuatan baik adalah sesuatu yang mudah, berwajah ceria dan pembicaraan yang lembut.” (Imam Ibnu Uyainah)
“Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi)
-The Secret of Shalihah-

“Segala luka dan kecewa tampaknya kan malu dan meniada ketika kita insyafi bahwa Allah Yang Maha Mengatur tak pernah keliru, tak pernah aniaya..”

“Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit. Karena jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba. Maka jangan katakana pada Tuhan aku punya masalah, tetapi katakana pada masalah aku punya Allah yang Maha Segalanya.” (Ali bin Abi Thalib)

Umar bin ‘Abdul Aziz berkata: jika engkau mampu maka jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu maka jadilah seorang penuntut ilmu. Jika engkau tidak mampu maka cintailah mereka. Jika tidak mampu, maka janganlah engaku membenti mereka. (Jami’ al Bayan al Ilmi wa fadhlihi)

Aisyah ra. meriwayatkan dari Nabi Saw. yang bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan khabutsat nafsi (diriku sangat buruk), tetapi hendaknya ia mengatakan laqisat naïf (diriku ada kekurangan).” (HR Bukhari dan Muslim)

Jangan pernah berhenti mengepakkan sayap. Biarkan semua cobaan membuat kita kuat, biarkan derasnya terpaan membuat kita gesit berkelit, biarkan jiwa-jiwa optimis membuat kita bijak menyikapi hidup, biarkan jiwa-jiwa sabar menjadi penyejuk di tengah segala duka. Hingga kelak akan terjawab: “Mengapa perjuangan itu pahit?”
“Karena surga itu manis..”

“Janganlah berduka cita sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. 9: 40)
“Dan bertawakallah kepada Allah yang hidup (kekal) dan tidak mati.” (QS. 25: 58)

Karena Allah cinta, maka selalu ada ujian yang mendewasakan kita.. Karena Allah saying, maka di saat terpentinglah pertolongannya datang.. Karena Allah tau, maka yang terbaiklah untukmu.. terkadang kita merasa diabaikan tanpa menyadari bahwa tiada satu peluh pun yang Allah siakan melainkan ada ba;asan yang seimbang..

Firman Allah: Kalau kamu menuruti kebanyakan manusia di muka bumi, pasti mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al An’aam: 116)

Biarlah Allah Swt yang menyemangati kita sehingga tanpa sadar setiap peristiwa menjadi teguran atas kemalasan kita. Cukuplah Allah saja yang memelihara ketekunan kita karena perhatian manusia terkadang menghanyutkan keikhlasan. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang bermakna. “Saat berbaur mampu menyemangati yang lain saat sendiri mampu menguatkan diri sendiri.”

Cinta..
Cinta itu indah kan??
Cinta itu memabukkan kita.. Kadang kita sampai tak bisa berpikir jernih karenanya.. Kita bisa melakukan apa saja karenanya..
Tapi, tahukah kamu? Ada CINTA yang selama ini kita LUPAKAN.. CINTA yang SELALU mencintai kita meski kita tak MENYADARINYA.
Dia DEKAT. Dia membimbing langkah kita. Dia menentukan langkah kita. Dia TETAP ADA meski kita MELUPAKANNYA.. Dia memberikan kita SEGALANYA.. KEMBALILAH pada CINTA itu.. Karena CINTA itu tetap ABADI.. Dia akan CEMBURU bila kita mencintai yang lain TANPA seijinnya..
Kenapa?
Karena Dia MENCINTAI kita.. Dia CINTA yang HAKIKI..
ALLAH..


“Ya Ayyuhal Mudaatstsir, Kum Faandzir”
“Wahai orang-orang yang berselimut, bangunlah. Lalu berilah peringatan dan agungkanlah Tuhanmu”


Tak ada yang sia-sia dalam setiap penciptaan pada setiap kepak-kepak merpati yang mengudara di angkasa. Gemercik air yang mengalir. Angin yang berhembus lembut di titian. Pun pada helaian daun yang gugur karena keringnya. Semesta bertasbih sambut keagungan kuasanya atas segala penciptaan. Sungguh tak ada yang tersisa dalam setiap perjalanan, karena setiap jejak yang tertinggal selalu ada hikmah.

Manusia semestinya mendongak ke langit.. Menghayati keagungan ciptaan-Nya..
Perlu juga menundukkan kepalanya ke tanah.. Menyadari asal penciptaan-Nya..
Lalu, harus juga ia menoleh ke samping.. Mengerti untuk apa dia diciptakan..
Ia lalu menatap ke depan, berusaha agar penciptaannya tidak menjadi kesia-siaan belaka.,
Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya..
Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan, serta terbatas dari kesempitan dan adzab yang pedih..
Ketahuilah bahwa berjalannya waktu lwbih cepat dari berjalannya awan (mendung)..
Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan ibadah kepada Allah, maka itulah umur dan waktu yang sebenarnya..
Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupan, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak..
(Ibnul Qayyim)


Ketika kau benar, katakanlah bahwa kau memang BENAR. Meski banyak orang menganggap kau salah. Karena cepat ataupun lambat, KEBENARAN pasti akan menampakkan diri. Dan tak sekedar itu, ia akan berada dalam posisi sebagai pemenang.
Islam pada awal mula datangnya adalah asing. Suatu masa Islam akan kembali asing. Maka beruntunglah orang-orang yang diasingkan. Sahabat bertanya, “ya Rasulullah. Siapakah yang diasingkan itu?”. Rasulullah menjawab, “mereka adalah orang-orang yang melakukan perbaikan tatkala yang lain berbuat kerusakan”.
Pembelajar sejati memahami bahwa sepanjang hidupnya adalah laboratorium. Ketika bertemu kegagalan dia yakin bahwa Allah mengirimkannya agar kesuksesan yang dinanti terasa lebih manis. Ketika kehilangan menjumpainya maka ia pun yakin bahwa Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...